Kemenperin Minta Seluruh Industri di Cimahi Melakukan Pendampingan Ke Tiap SMK

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, meminta seluruh industri di Indonesia, termasuk di Kota Cimahi agar melakukan pendampingan minimal pada lima Sekolah Menengah Kejuran (SMK).

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kimia Tekstil dan Aneka KemenperinAchmad Sigit Dwiwahjono, pendampingan sekolah kejuruan itu merupakan bagian dari program vocational training yang tengah diadakan Kemenprin.

Sementara khusus di Kota Cimahi sendiri, ada sekitar 593 industri besar maupun kecil dan jika diadakannya vocational training dari Kemenprin, maka ratusan industri tersebut harus membina atau mendampingi sekitar 23 SMK se-Kota Cimahi.

Baca: Kemenperin Minta Seluruh Industri di Cimahi Melakukan Pendampingan Ke Tiap SMK

“Hal itu tujuannya agar masyarakat sekitar bisa memperoleh pendidikan yang diperlukan oleh industri,” ujar Achmad Sigit Dwiwahjono usai meresmikan PT Sukses Investasi Anugrah Propertindo (SIAP) di Jalan Nanjung, Kota Cimahi, Jum’at (2/2/2018).

Menurutnya, melalui pendamingan dari industri tersebut diharapkan bisa menambah kualifikasi tenaga kerja lokal Cimahi agar tidak kalah bersaing dengan pekerja tenaga asing.

“Tentunya dengan pendampingan di industri, akan ada keseimbangan antara praktik di lapangan dengan teori yang didapatkan dari sekolah,” katanya.

Sementara, menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhammad Yani, maraknya industri di Kota Cimahi bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya terkait penyerapan kerja.

Atas hal itu, ia berharap semua industri yang ada di Cimahi, termasuk PT SIAP lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, dibanding tenaga kerja asing.

“Untuk meningkatkan kualifikasi agar sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan industri, Pemerintah Kota Cimahi, melalui Dinas Ketenagakerjaan pun kini sedang merancang Balai Pelatihan Kerja (BLK),” katanya.

BLK tersebut, kata dia nantinya akan menjadi link and match dengan industri, sehingga tenaga kerja dapat diberikan pembekalan sesuai dengan kebutuhan industri.

MTC Tanah Abang Ditargetkan Beroperasi 2022

Sebagai pusat grosir terbesar di Indonesia, Tanah Abang menjadi incaran para pengembangan untuk menyediakan kios bagi para pedagang. Salah satunya pengembang yang berancang-ancang masuk adalah Moizland Development. 

Moizland Development akan membangun MTC (Moiz Trade Center) Tanah Abang, yang berlokasi di jalan Kebon Kacang 1, Jakarta Pusat yang mulai dibangun 22 Juni 2019. Rencananya di atas lahan seluas 700 meter persegi akan dibangun 600 kios (ukuran 2×2 meter persegi) yang dijual dengan harga Rp 350 juta-Rp 1 miliar.

Chandra Goetama, Komisaris Moizland Development, mengatakan, untuk membangun MTC Tanah Abang dibutuhkan investasi sekitar Rp 100 miliar (tentunya di luar tanah). Sejak dipasarkan November lalu, MTC Tanah Abang telah terjual 60%. “Total penjualan kios ini ditargetkan sekitar Rp 300 miliar,” katanya.

Wiro Atmojo, Komisaris dari PT Wijaya Anugerah Cipta Optima (WACO) menambahkan MTC Tanah Abang akan dibangun dalam waktu kurang lebih 20 bulan sejak fondasi selesai dibangun, struktur juga didesign dengan system open frame sehingga memberikan keleluasaan bagi para penghuninya. “Topping off pada tahun 2021 dan akan siap beroperasi pada tahun 2022 mendatang,” kata Wiro.

MTC Tanah Abang merupakan sebuah bangunan komersil bertingkat delapan. Kehadiran MTC Tanang Abang merupakan jawaban atas kebutuhan para pedagang terhadap sebuah trade center yang aman dan nyaman serta berfasilitas lengkap. 

MTC hadir di Tanah Abang dengan memberikan digital experience kepada para pengunjung dan para pedagang, dimana para pengunjung dapat menikmati sensasi berbelanja di toko-toko yang merupakan gabungan antara toko-toko online dan konvensional dengan fasilitas full wifi access diseluruh penjuru gedung dengan desain yang modern ini. 

Diakui Chandra, maraknya bisnis jual beli baju secara online, tidak memberikan dampak negatif bagi para pedagang tanah abang. Bahkan, banyak juga pedagang-pedagang online yang berbelanja barang modal mereka di Tanah Abang untuk kemudian mereka jual kembali di toko online mereka masing-masing. 

Apalagi, kios-kios MTC Tanah Abang banyak diincar pedagang-pedagang online yang memutuskan untuk membuka kios sendiri. Hal tersebut menyebabkan tingginya permintaan para pedagang terhadap suatu lokasi yang dapat menjadi wadah bagi mereka dalam melakukan transaksi jual beli pakaian jadi. “Kami hadir sebagai jawaban atas kebutuhan para pedagang,” kata Chandra.

MTC Tanah Abang merupakan bagian dari projek Moiz Trade Center yang sedang dikembangkan Moizland Development seperti MTC Tangerang dan MTC Cirebon. Didukung dengan pengalaman lebih dari 5 tahun, Moizland Development yang selalu berpegang pada kepuasan pelanggan terhadap pelayanan dan kualitas produk yang dihasilkan, bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal kepada seluruh pengunjung, maupun pedagang yang telah dan akan bergabung bersama Moizland Development. 

Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pedagang dan pengunjung, MTC Tanah Abang bekerja sama dengan MHG Hospitality yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun. Dengan itu, dapat dipastikan bahwa MTC Tanah Abang dikelola secara profesional dan terintegrasi dalam semua aspek operasional agar memberikan rasa aman, nyaman kepada pengunjung juga pedagang.

Moizland Memulai Konstruksi Apartemen Rp 400 Jutaan di Tangerang

TANGERANG, KompasProperti – Moizland Group memulai pembangunan struktur West Senayan Apartment dan Mall, Minggu (9/4/2017).

Chief Executive Officer (CEO) Moizland Group Chandra Goetama menuturkan, pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 60 bulan ke depan atau 5 tahun.

“Kami harapkan serah terima kunci dan operasional di 2022 mendatang,” ujar Chandra menjawab KompasProperti, di lokasi proyek, Jl KH Hasyim Asyari, Tangerang, Banten.

Dipilih sebagai kontraktor utama pembangunan West Senayan Apartment dan Mall adalah PT Lautan Berkat Konstruksi dengan nilai kontrak Rp 500 miliar.

Mereka mengalahkan tujuh kandidat lainnya sesama kontraktor yang sebagian besar merupakan BUMN karya.

Chandra menuturkan, operasional dan serah terima West Senayan Apartment dan Mall bakal dilakukan bersamaan. 

Situs proyek The Palm Regency Mall and Condominium

West Senayan Apartment dan Mall merupakan proyek mixed use yang terdiri dari pusat belanja, dan  apartemen strata (kondominium).

Untuk apartemen strata-nya hingga saat ini sudah terjual 300 unit dari total 987 unit yang dikembangkan. 

Menurut Chandra, harga unit-unit apartemennya naik 15 persen dibanding saat ditawarkan perdana tahun 2015, menjadi Rp 400 juta untuk unit tipe studio ukuran 23.5 meter persegi dan Rp 700 juta untuk unit tipe 2 kamar tidur ukuran 30 meter persegi.

Sementara pusat belanja yang dirancang secara hibrid, sewa dan strata, telah mendapatkan konfirmasi dari para penyewa, termasuk GS Retail, dan beberapa nama beken di sektor food and beverage (F and B).

“Harga sewa yang dipatok untuk pusat belanja sewa sekitar Rp 200.000 per meter persegi,” imbuh Chandra.

Untuk merealisasikan pembangunan West Senayan Apartment dan Mall, Moizland Group mengalokasikan dana senilai Rp 500 miliar sebagai investasi.

MTC

Selain West Senayan Apartment dan Mall, tahun ini Moizland Group juga menggarap Moiz Trade Center Tanah Abang dan Cirebon.

Pusat Grosir Tegalgubuk Cirebon

Lihat Foto

Pusat Grosir Tegalgubuk Cirebon(Dokumentasi Moizland Group)

Di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, Moizland akan mendirikan pusat perdagangan pakaian jadi berdimensi 25.000 meter persegi.

“Cirebon sangat potensial untuk para pebisnis dan pedagang pakaian jadi. Ada sentra batik Trusmi, dan pusat perdagangan tradisional. Kami membangun tempat yang lebih representatif, modern, tertata rapi,” terang Chandra.

Moizland membenamkan dana Rp 150 miliar, untuk mendirikan MTC ini. Dengan sasaran para pedagang dan pebisnis pakaian di pasar tradisional tersebut, Chandra optimistis penjualan MTC sesuai target.

“Kami menawarkan per unit Rp 300 juta dengan luas 4 meter persegi,” sebut dia.

MTC akan dilengkapi dengan fasilitas akomodasi atau hotel dengan klasifikasi bintang 3.

Hotel ini dirancang sebanyak 120 kamar dengan operator yang tengah dipertimbangkan yakni MHG Hospitality.

“Serupa dengan pasar ritel, hotel pun sangat potensial di Cirebon. Kawasan ini merupakan transit hub dari barat menuju timur. Di sini juga banyak sentra-sentra industri,” tuntas Chandra.